Kamis, 12 Maret 2009

Broadcast Storm


Broadcast merupakan bentuk proses dari suatu perangkat (device) jaringan yang melakukan transmisi signal ke semua alat didalam jaringan yang sama atau ke jaringan yang berbeda.

Storm definisi sederhananya adalah ‘Badai ‘ atau proses yang dapat dikatakan terus menerus akibat terjadi kondisi looping dalam suatu Network Circle.

Suatu Broadcast Storm terjadi apabila terdapat banyak sekali layer 2 frame broadcast didalam jaringan, sehingga kondisi ini tentunya dapat menguras seluruh bandwidth yang ada dalam jaringan tersebut. Konsekwensinya, tidak ada lagi bandwidth yang tersedia sehingga traffic komunikasi data dalam jaringan menjadi congestion ( macet ).

Broadcast storm sering terjadi pada Hub / Switch yang dalam topologynya menggunakan redundancy , apabila ini ( redundancy) diimplementasikan pada Hub / Switch yang unmanageable maka proses looping back dapat terjadi, Namun tidak apabila menggunakan Switch yang manageable, karena secara default, Switch manageable terdapat STP ( Spanning Tree Protokol ) yang mampu mencegah terjadinya proses looping pada topology redundant.(gb.1)


Ilustrasi :

Pada Gambar diatas , PC-A akan mengirim suatu paket /frame ke PC-D , Switch dalam hal ini SW-3 tidak mengetahui alamat Layer 2 dari PC-A dan PC-D karena dalam Mac Table-nya, alamat mereka(PC-A dan PC-D) belum ada, sehingga pada saat PC-A mengirim paket/frame ke switch yang tujuannya adalah ke PC-D, maka Switch mencatat Mac Address PC-A dan sekaligus melakukan Flooding kesemua devices yang ada kecuali PC-A, dan berharap ada yang membalas, mungkin dapat dianalogikan seperti ini, si Switch teriak didalam jaringannya, Woi… coba beritahu siapa yang punya alamat IP Address ini tolong beritahu saya alamat Mac-nya.
Dalam Hal ini PC-D akan menjawab karena mungkin alamat tujuannya sama dengan alamat miliknya.
Namun perlu diprhatikan proses Flooding bisa dikatakan Broadcast, dengan Kondisi Redudancy Network diatas maka Proses Flooding / Broadcast dapat berulang2 sehingga semakin lama akan semakin banyak paket/frame yang lalu lalang di jaringan tersebut sehingga parahnya dapat memacetkan traffic data karena termakannya bandwidth yang ada.

Jadi akan lebih baik apabila kalau kita menginginkan redundancy menggunakan manageable switch dibanding dengan unmanageable switch. Memang sih.. harganya lumayan jauh. Tapi ya pasti punya banyak kelebihannya.

Semoga dapat menambah sedikit info. Apabila terdapat salah pengertian maaf aje ye.. :P

Salam

JAU
Ref : LAN Switching and Wireless - Wayne Lewis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar